jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Jawa Timur pada 2026 akan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya fenomena El Nino yang diperkirakan berkembang mulai pertengahan tahun.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur Anung Suprayitno mengatakan dinamika atmosfer menunjukkan adanya transisi dari kondisi normal menuju El Nino kategori lemah hingga moderat.
“El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi berada pada kondisi netral hingga pertengahan 2026. Selanjutnya, El Nino berpotensi menguat menjadi kategori lemah hingga moderat hingga akhir tahun dengan peluang 50–60 persen,” kata Anung dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3).
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau 2026 di Jawa Timur lebih kering dari biasanya.
BMKG mencatat berdasarkan pemetaan 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur, awal musim kemarau diperkirakan datang secara bertahap.
Sebagian besar wilayah atau sekitar 56,9 persen diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Sementara 26 ZOM lainnya diperkirakan mulai pada April 2026 dan lima ZOM sisanya pada Juni 2026.
Anung menambahkan hampir separuh wilayah Jawa Timur diprediksi mengalami keterlambatan awal musim kemarau dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020.






.jpeg)











































