BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Surabaya dan Sidoarjo Meski Sudah Musim Kemarau

5 days ago 3

Senin, 22 Juni 2026 – 17:02 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Surabaya dan Sidoarjo Meski Sudah Musim Kemarau - JPNN.com Jatim

Ilustrasi BMKG Juanda sedang melakukan pemantauan cuaca. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah Surabaya dan Sidoarjo pada Senin (22/6) pagi, meski sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.

Fenomena tersebut memicu pertanyaan masyarakat karena hujan masih turun saat periode yang identik dengan cuaca kering.

Prakirawan BMKG Juanda Bhilda Maulida menjelaskan musim kemarau bukan berarti hujan tidak akan terjadi sama sekali. Hujan masih berpotensi turun apabila terdapat gangguan atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.

"Saat ini wilayah Jawa Timur memang sudah mengalami musim kemarau. Namun, bukan berarti tidak akan terjadi hujan, tergantung pada gangguan atmosfer yang dapat memengaruhi kondisi cuaca," kata Bhilda saat dikonfirmasi, Senin (22/6).

Menurut Bhilda, hujan lebat yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo dipicu suhu muka air laut di sekitar Selat Madura yang terpantau cukup hangat.

Kondisi tersebut menyebabkan kandungan uap air di atmosfer meningkat sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya pola konvergensi atau pertemuan arah angin dalam skala lokal yang disertai perlambatan kecepatan angin.

"Kondisi itu mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Surabaya dan sekitarnya," ujarnya.

BMKG menjelaskan penyebab hujan lebat yang mengguyur Surabaya dan Sidoarjo meski Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |