Bonnie Triyana Soroti Gaji Dosen Rendah, 43 Persen di Bawah Rp3 Juta

3 hours ago 20

Bonnie Triyana Soroti Gaji Dosen Rendah, 43 Persen di Bawah Rp3 Juta

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menyoroti persoalan kesejahteraan dosen dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama rektor perguruan tinggi negeri dan swasta. Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menyoroti persoalan kesejahteraan dosen dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama rektor perguruan tinggi negeri dan swasta. Bonnie menyebut mayoritas dosen di Indonesia masih menerima penghasilan yang tergolong rendah dan tidak sebanding dengan beban serta tanggung jawab akademik yang mereka emban.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, berdasarkan riset yang ia pelajari, sebanyak 42,9 persen dosen menerima pendapatan tetap di bawah Rp3 juta per bulan. Sementara itu, 29,8 persen dosen memperoleh gaji di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Adapun dosen yang menerima penghasilan di atas Rp5 juta per bulan hanya mencapai 27,3 persen.

“Ini kondisi penghasilan dosen kita. Hampir separuh dosen menerima pendapatan tetap di bawah Rp3 juta per bulan,” kata Bonnie dalam rapat tersebut, Selasa (10/2).

Bonnie juga menyinggung soal tunjangan jabatan akademik lektor kepala yang dinilai stagnan selama puluhan tahun. Bonnie menyebut tunjangan lektor kepala hanya sebesar Rp900 ribu dan tidak mengalami peningkatan signifikan sejak lama.

“Lektor kepala itu tunjangannya cuma Rp900 ribu. Itu sudah bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun. Sejak zaman Gus Dur, berarti sudah sekitar 25 tahun,” ujarnya.

Kondisi tersebut, menurut Bonnie, mendorong banyak dosen berlomba-lomba mengejar jabatan profesor semata-mata demi peningkatan penghasilan, bukan karena dorongan akademik. Bonnie menilai situasi ini berpotensi memicu berbagai cara instan untuk meraih gelar profesor.

“Banyak yang kemudian berlomba-lomba ingin jadi profesor supaya tunjangannya naik, dan berbagai cara ditempuh,” katanya.

Bonnie mengusulkan agar pemerintah dan pemangku kepentingan mempertimbangkan penguatan jabatan akademik alternatif, seperti profesor madya, agar dosen tidak terburu-buru mengejar jabatan profesor penuh hanya demi faktor ekonomi.

Bonnie juga menyinggung soal tunjangan jabatan akademik lektor kepala yang dinilai stagnan selama puluhan tahun.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |