jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan modernisasi kota tetap harus berakar pada identitas dan karakter lokal.
Hal itu disampaikan AHY setelah mendengar langsung aspirasi generasi muda, khususnya generasi Z saat Ngobrol Santai Bareng Mas AHY yang digelar di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (5/3).
Dalam acara yang dihadiri generasi muda dari berbagai komunitas di Jakarta itu, AHY menyoroti pentingnya pembangunan yang lebih inklusif di berbagai sektor.
“Bolehlah kotanya global, tetapi tetap harus punya akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal. Jadi global, tapi tetap kuat pada identitas Indonesia maupun daerah kita,” ujar AHY.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menuturkan bahwa pembangunan yang inklusif membutuhkan dukungan serius dari seluruh level pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
AHY menilai generasi muda saat ini memiliki daya kritis yang tinggi dan keberanian untuk menyuarakan aspirasi, sesuatu yang menurutnya penting bagi para pengambil kebijakan.
“Ke depan anak-anak muda kita adalah generasi yang kritis dan berani menyuarakan aspirasi. Itu penting bagi para pengambil keputusan, termasuk kami yang diberi amanah mengawal pembangunan infrastruktur,” kata dia.
AHY memastikan, pembangunan infrastruktur ke depan tidak boleh hanya berfokus pada proyek fisik seperti jalan dan jembatan.



















































