jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Perusahaan Umum (Perum) Bulog mulai mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai pasar tradisional hingga ritel modern. Langkah ini dilakukan secara masif untuk menjaga kestabilan pasokan, mengendalikan kestabilan harga, serta menekan angka inflasi daerah.
Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), penyaluran beras SPHP dipusatkan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (5/9).
Peninjauan dan pendistribusian langsung dilakukan oleh Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta bersama pemangku kepentingan terkait.
Pemimpin Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi mengatakan kegiatan dropping beras SPHP ini merupakan bentuk komitmen bersama Pemerintah DIY melalui Dinas Perdagangan untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
"Pendistribusian beras SPHP ke pasar pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun pasar tradisional di DIY ini sebagai langkah konkret dalam upaya menurunkan angka inflasi daerah, khususnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul," ujar Dedi saat berada di Pasar Beringharjo.
Dedi mengatakan guna memastikan proses penyaluran berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran hingga ke tingkat pedagang eceran, Bulog menggandeng Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemkot Yogyakarta, serta Satgas Pangan Polresta Yogyakarta.
Pengawasan ketat juga dilakukan untuk memastikan harga jual beras tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Selain menggelontorkan beras SPHP kemasan 5 kilogram, Bulog Yogyakarta turut memastikan ketersediaan varian beras lain seperti Beraskita Premium.


















































