jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Persita Tangerang harus pulang dengan rasa kecewa seusai gagal mengamankan kemenangan manis saat melawan PSIM Yogyakarta pada laga perdana Super League 2026/2027.
Unggul hampir sepanjang babak kedua, Pendekar Cisadane terpaksa berpuas diri dengan skor imbang 1-1 seusai PSIM Yogyakarta mencetak gol balasan di menit-menit akhir pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9).
Persita sejatinya tampil memukau dan berhasil memecah kebuntuan lebih dahulu pada menit ke-50.
Memanfaatkan momentum seusai turun minum, penyerang Persita Liquinhas sukses membobol gawang Laskar Mataram dan mengubah papan skor menjadi 1-0.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan dengan baik oleh solidnya lini pertahanan Persita yang dipimpin sang penjaga gawang, yang beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan kemelut rebound bertubi-tubi di penghujung babak pertama.
Namun, drama terjadi menjelang laga usai. Intensitas gempuran PSIM pada 20 menit terakhir akhirnya merobohkan tembok pertahanan Persita.
Pada menit ke-84, memanfaatkan bola liar di area terlarang, Adrian Purzycki menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan membuyarkan pesta tiga poin Persita yang sudah di depan mata.
Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena tidak menutup-nutupi rasa kecewanya atas hasil tersebut.


















































