jpnn.com, PALEMBANG - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara nasional mulai mereda.
Namun, kondisi karhutla belum bisa disebut aman dan harus dilakukan penanganan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni seusai Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8).
“Secara nasional saya ingin laporkan kepada masyarakat Indonesia, sekali lagi kondisi belum aman dari karhutla namun tren secara nasional juga membaik,” kata Menhut Raja Juli dalam siaran persnya, Senin.
Adapun rakor itu dilakukan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Danrem 044/GAPO, Kejaksaan Tinggi Sumsel, Danlanud SMH Palembang Kolonel Asep Wahyu Wijaya, Danlanal Palembang Kolonel Arry Hendrawan, Perwakilan DPRD Provinsi Sumsel, bupati dan wali kota se-Sumsel.
Berdasarkan data tren harian hotspot enam provinsi prioritas pada 29-30 Agustus 2026, hotspot di Kalimantan Tengah turun dari 1.116 menjadi 308 titik atau 72,4%.
Kalimantan Barat turun dari 899 menjadi 455 titik atau 49,4%, Kalimantan Selatan dari 108 menjadi 18 titik atau 83,3%, dan Riau dari 3 menjadi 0 titik atau 100%.
Sementara itu, hotspot di Sumatera Selatan pada periode yang sama tercatat naik dari 37 menjadi 39 titik.





















































