Mengulur Ekonomi Kopi Jogja Lewat Falsafah Hamemayu Hayuning Bawono

1 hour ago 25

Sabtu, 05 September 2026 – 23:27 WIB

Mengulur Ekonomi Kopi Jogja Lewat Falsafah Hamemayu Hayuning Bawono - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Bisnis kopi di Jogja. Foto: Januardi/JPNN

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendorong pengembangan industri kopi di wilayahnya agar selaras dengan konsep sustainable investment atau investasi yang berkelanjutan.

Langkah strategis ini berlandaskan pada falsafah luhur Jawa, Hamemayu Hayuning Bawono.

Kepala DPMPTSP DIY Ghofar Ismail menegaskan bahwa komoditas kopi bukan sekadar komoditas dagang, melainkan peluang investasi yang ideal untuk menjaga keseimbangan hidup.

"Di Jogja, kami memiliki filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, yakni menjaga keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan lingkungan, dan hubungan antarmanusia," ujar Ghofar di Bantul, Sabtu (5/9).

Melalui pendekatan ini, industri kopi dipandang sebagai wujud nyata dari implementasi investasi lestari yang menyentuh tiga aspek utama.

1. Kelestarian Alam
Berbeda dengan industri ekstraktif seperti pertambangan berat yang berpotensi merusak habitat, budidaya kopi justru mendukung penghijauan, konservasi tanah, dan pengelolaan lahan berkelanjutan, khususnya di kawasan lereng Gunung Merapi.

Tanah vulkanik kaya mineral di wilayah tersebut menjadi modal utama dalam menghasilkan kopi Arabika dan Robusta berkualitas tinggi.

2. Pemberdayaan Masyarakat
Penguatan rantai pasok kopi lokal secara langsung mengalirkan kesejahteraan ke tingkat akar rumput, mendorong kemandirian ekonomi petani, serta memperkuat ekosistem usaha lokal.

Pemerintah DIY mendukung industri kopi di Jogja karena dinilai sejalan dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |