bali.jpnn.com, JEMBRANA - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membuka fakta menyakitkan saat melantik 1.453 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu formasi 2025 di Taman Pecangakan, Senin (17/11).
Politikus PDI Perjuangan ini mengungkap kondisi keuangan daerah pada Tahun Anggaran 2026 cukup memprihatinkan.
Menurut Bupati Jembrana, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat akan mengalami penurunan sangat signifikan.
“Penurunan TKD tahun depan mencapai Rp 99,4 miliar dibanding 2025.
Ini angka yang sangat besar dan tentu berdampak bagi Jembrana yang kapasitas fiskalnya terbatas,” ujar Bupati Kembang Hartawan dilansir dari laman Pemkab Jembrana.
Menurut Bupati Kembang, sejumlah pos pendanaan strategis dipastikan hilang pada 2026.
Mulai DAU Pendidikan sebesar Rp 31,6 miliar, DAU Kesehatan Rp 11,5 miliar dan DAU PPPK Rp 14,1 miliar, yang selama ini menjadi penopang pembiayaan layanan dasar dan pembayaran gaji PPPK.
DAU block grant turut menyusut Rp 13,1 miliar, sementara insentif fiskal Rp 14,6 miliar juga tidak lagi dialokasikan.






.jpeg)












































