Pemkot Jakarta Barat memperkuat upaya pencegahan tawuran, perundungan, kekerasan, dan berbagai persoalan di lingkungan pendidikan melalui pengukuhan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) jenjang SMK. Foto: Pemkot Jakbar
KabarJakarta.com – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan pengawasan. Komunikasi antara sekolah, kepolisian, orang tua, dan masyarakat juga menjadi bagian penting untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu proses belajar peserta didik.
Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melalui pengukuhan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) jenjang SMK. Sebanyak 51 SMK negeri dan swasta di bawah Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat mengikuti pengukuhan yang berlangsung di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (24/8).
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murtadho, mengatakan FKPMS diharapkan tidak sekadar menjadi forum formal. Keberadaannya harus mampu menjadi ruang untuk berkomunikasi dan mencari jalan keluar ketika muncul persoalan di lingkungan sekolah.
“Forum ini nantinya akan membantu sekolah dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Forum juga bisa sebagai forum komunikasi, koordinasi, kolaborasi, bahkan sampai forum konseling,” papar Ali.
Menurut Ali, sejumlah persoalan seperti tawuran, perundungan atau bullying, hingga pergaulan seks bebas perlu mendapat perhatian bersama. Masalah tersebut tidak selalu dapat diselesaikan hanya setelah kejadian berlangsung, tetapi harus dicegah sejak muncul tanda-tanda awal.
Karena itu, ia meminta FKPMS aktif melakukan pertemuan secara rutin. Pengurus forum didorong menggelar pertemuan setidaknya satu kali dalam sebulan untuk membicarakan berbagai persoalan yang terjadi di sekolah sekaligus mencari solusi bersama.
“Jangan sampai forum ini hanya berhenti di kegiatan seremonial. Harus ada pertemuan rutin, sehingga setiap persoalan yang muncul bisa segera dibahas dan dicarikan solusinya,” kata Ali.
Bagi kepolisian, keberadaan FKPMS juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendekatan pencegahan di lingkungan pendidikan. Kasat Binmas Polres Jakarta Barat, Kompol Agung Nugroho, menjelaskan keamanan sekolah merupakan tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Kehadiran forum ini merupakan langkah strategis, dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orangtua dan masyarakat sekitar. Forum ini merupakan wadah koordinasi, komunikasi serta pemecahan masalah dengan cepat dan tepat,” paparnya.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat, Muhammad Arif Rachman, menambahkan bahwa tantangan sekolah kini tidak hanya berkaitan dengan kekerasan fisik atau tawuran. Penyalahgunaan teknologi informasi juga menjadi persoalan yang perlu diantisipasi bersama.
“Berbagai potensi masalah di dalam maupun luar sekolah, seperti tawuran, kekerasan, penyalahgunaan teknologi informasi, bisa diatasi melalui koordinasi, komunikasi dan kolaborasi. Itu untuk menjaga keamanan, ketertiban, di dalam maupun lingkungan sekolah,” tuturnya.
Pengukuhan FKPMS ditandai dengan penyematan pita merah putih pada lengan kanan oleh Ali Murtadho bersama Kompol Agung Nugroho. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Satpol PP Jakarta Barat Herry Purnama, Kepala Sudin PPAPP Jakarta Barat Dian Anggraeni Susanthy, perwakilan Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, serta perwakilan 51 SMK.
Dengan terbentuknya forum tersebut, sekolah diharapkan memiliki jalur komunikasi yang lebih cepat ketika menghadapi persoalan. Lebih dari itu, FKPMS diharapkan mampu membangun kebiasaan menyelesaikan masalah melalui dialog dan kolaborasi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Bagi para pelajar, lingkungan sekolah yang aman bukan hanya soal terbebas dari tawuran atau kekerasan. Rasa aman juga menjadi fondasi agar mereka dapat belajar, bergaul, dan berkembang tanpa tekanan maupun ancaman.

5 hours ago
20

















































