jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra meminta PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan kesiapan distribusi dan pengawasan elpiji bersubsidi 3 kilogram secara nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Dia menilai lonjakan kebutuhan energi rumah tangga pada periode tersebut harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan gejolak harga di tingkat masyarakat.
Cek Endra menyampaikan berdasarkan pemantauan lapangan di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi seperti Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Batanghari, terjadi kelangkaan LPG 3 kg yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat masyarakat hingga mencapai sekitar Rp 40.000–Rp 60.000 per tabung.
Kondisi tersebut dijadikan contoh pentingnya penguatan distribusi dan pengawasan secara nasional menjelang meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadhan.
Dia menegaskan Pertamina Patra Niaga sebagai operator distribusi BBM dan LPG harus memastikan stabilitas pasokan, kelancaran rantai distribusi, serta pengawasan terhadap potensi penyimpangan di lapangan.
“Kesiapan menghadapi Ramadan dan Idulfitri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penambahan suplai, penguatan pengawasan distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujar Cek Endra.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Alimidin Baso bersama perwakilan MOR II Erwin menyatakan kesiapan perusahaan untuk segera merespons dinamika yang terjadi, termasuk melalui pelaksanaan operasi pasar di wilayah yang mengalami tekanan harga.
Untuk mengatasi kondisi di lapangan, Manager Operasional Regional II Subagsel Erwin menyampaikan operasi pasar akan dilaksanakan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.




















































