jateng.jpnn.com, SEMARANG - Roda kehidupan Slamet Mulyono (45) sempat oleng saat pandemi Covid-19 menghantam usaha pakaian dalam yang dirintisnya.
Penghasilan yang sebelumnya bisa menyentuh Rp5 juta per bulan anjlok hingga 50 persen. Utang pun sempat menumpuk demi menutup kebutuhan rumah tangga.
Warga Ngablak Indah 2, Kecamatan Genuk, Kota Semarang itu akhirnya banting setir. Sejak September 2025, dia resmi menjadi sopir Bajaj Maxride. Keputusan itu kini berbuah manis.
Dalam kurun September 2025 hingga Februari 2026, Slamet mencatatkan 1.976 order dengan total pendapatan Rp36.220.820.
Dia bahkan keluar sebagai peringkat pertama dalam ajang 10 Driver Bajaj Maxride Terbaik Kota Semarang.
“Sekarang jauh lebih stabil. Bersih seminggu bisa lebih dari Rp1 juta. Utang sudah lunas,” ujar Slamet seusai acara apresiasi di Kampung Kecil, Sabtu (14/2).
Menurut ayah tiga anak tersebut, kunci utamanya sederhana, yakni tidak memilih order. Pagi, siang, sore, hingga malam, selama aplikasi berbunyi, dia siap meluncur.
Rute favoritnya berada di pusat kota, mulai Jalan Pemuda hingga Simpang Lima. Kawasan tersebut disebutnya paling sering memunculkan order, terutama dari kalangan anak muda. Bahkan saat hujan turun, justru menjadi “musim panen” bagi pengemudi.















































