jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengungkapkan langkah Pertamina hanya menaikkan tiga jenis BBM Non-subsidi tepat.
Sebab, Fahmy menilai akan timbul permasalahan baru jika dua BBM nonsubsidi, Pertamax dan Green Pertamax ikut dinaikkan.
Sebagaimana diketahui, Pertamina hanya menaikkan Pertamax Turbo (naik menjadi Rp 19.400 ), Dexlite (naik menjadi Rp 23.600), dan Pertamina Dex (naik menjadi Rp 23.900).
Fahmy menduga akan terjadi fenomena migrasi konsumen ke Pertalite, jika Pertamax dan Green Pertamax ikut naik, yang berimbas pada pembengkakan subsidi.
"Kalau harga BBM Pertamax dan Green Pertamax dinaikkan, sedangkan harga BBM Pertalite tidak dinaikkan akan mendorong migrasi besar-besaran dari Pertamax ke Pertalite, yang akan membengkakan subsidi BBM," kata Fahmy dikutip dari keterangan tertulis, Senin (20/4).
Pada kesempatan tersebut, Fahmy juga turut berkomentar terkait janji pemerintah tidak akan menaikkan BBM subsidi, seperti solar dan pertalite hingga akhir tahun.
Fahmy menilai jaminan tersebut dapat memberikan kepastian bagi konsumen dalam jangka panjang, sehingga dapat mencegah panic buying.
Namun, dia menyoroti risiko konsumen kecewa jika janji tersebut tidak dapat dipenuhi pemerintah. Mengingat, eskalasi perang Timur Tengah tidak dapat diprediksikan (unpredictable) kapan berakhir.



















































