Dampak El Nino, BMKG Prediksi Musim Hujan Baru Terjadi November 2026

1 hour ago 16

Kamis, 27 Agustus 2026 – 19:30 WIB

Dampak El Nino, BMKG Prediksi Musim Hujan Baru Terjadi November 2026 - JPNN.com Jabar

Ilustrasi kekeringan. Foto: Istimewa/Antara

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau sebagai dampak dari fenomena El Nino, akan terjadi pada awal September hingga Oktober 2026.

Hujan diperkirakan baru akan turun secara bertahap pada November mendatang.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa fenomena El Nino tahun ini memiliki intensitas yang sangat kuat, menyerupai kejadian pada tahun 1997 dan 1998 silam.

"Tingkat puncaknya (kemarau) ini di awal September dan Oktober nanti. Ini posisi di mana kering-keringnya. Selanjutnya, insyaallah hasil prediksi BMKG pada bulan November kita sudah mulai turun hujan sedikit demi sedikit," kata Suaidi di Kantor Stasiun Geofisika Bandung, Kamis (27/8/2026).

Dampak dari kekeringan ini sudah sangat dirasakan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan langsung ke sejumlah daerah seperti Kabupaten Bogor, Garut, Sukabumi, dan Bekasi, Suaidi menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah berupaya keras melayani kebutuhan air bersih warga.

Di Kabupaten Bogor saja, bantuan pasokan air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat diperkirakan sudah mencapai 7 hingga 9 juta liter.

Terkait kondisi ini, Suaidi mengimbau pemerintah daerah untuk terus memperhatikan cadangan air bersih. Selain itu, dia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak membakar lahan pertanian.

BMKG memprediksi puncak kemarau akibat El Nino sangat kuat terjadi September - Oktober 2026. Hujan diperkirkan mulai turun bertahap pada November.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |