jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sebanyak 21 rumah warga di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dilaporkan rusak berat akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB.
Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan selain rumah, satu sekolah SDN Supiturang 02 juga dilaporkan rusak berat.
“Satu musala rusak berat. 124 hewan ternak milik warga juga ikut terdampak,” kata Gatot, Kamis (20/11).
Selain itu, aroma belerang menyebabkan gangguan kenyamanan dan pernapasan warga sekitar.
“Sebagian wilayah di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo ditutupi albu vulanik sehingga menganggu aktivitas warga,” jelasnya.
Gatot menyebutkan empat unit ekskavator dan dua unit loader dikerahkan untuk membantu proses pembukaan jalur yang tertutup material vulkanik.
Langkah selanjutnya adalah BPBD Provinsi Jatim terus koordinasi dengan PPGA Semeru dan BPBD Kabupaten Lumajang terkait perkembangan aktivitas Gunung Api Semeru.
“Kami serta instansi yang terkait hingga saat ini masih bersiaga di beberapa titik lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan,” pungkas Gatot. (mcr23/jpnn)



















































