Dari Hobi Mendaki, Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Alat Deteksi Kualitas Air

2 hours ago 15

Rabu, 11 Februari 2026 – 17:02 WIB

Dari Hobi Mendaki, Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Alat Deteksi Kualitas Air - JPNN.com Jatim

Mahasiswa Untag Surabaya Aditya Vahresi Ramadhan menciptakan alat deteksi kualitas air minum berbasis sensor pH dan turbidity. Foto: Humas Untag Surabaya

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Aditya Vahresi Ramadhan menciptakan alat inovatif bertajuk Sistem Deteksi Kualitas Air Minum Kemasan dan Isi Ulang Berbasis Sensor pH dan Turbidity.

Inovasi tersebut terpilih sebagai salah satu karya menarik calon wisudawan Untag Surabaya yang akan diwisuda pada 14–15 Februari 2026 karena dinilai memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan berpotensi diterapkan di sektor industri air minum.

Aditya mengatakan ide pembuatan alat itu berawal dari hobinya melakukan pendakian gunung. Saat mendaki, ia kerap menemukan sumber air alami yang langsung dikonsumsi para pendaki tanpa mengetahui kualitasnya secara pasti.

“Sering ada sumber air yang langsung diminum. Padahal kita tidak tahu apakah air itu benar-benar bersih atau tidak. Bisa saja tercemar tanah atau kotoran lain. Dari situ muncul ide membuat alat pendeteksi kualitas air,” kata Aditya, Rabu (11/2).

Dalam pengembangan tugas akhir, Aditya mendapat bimbingan dosen pembimbing Ir. Kukuh Setyajid, M.T. Awalnya penelitian difokuskan pada air pegunungan, tetapi kemudian dikembangkan untuk menguji kualitas air minum kemasan dan air isi ulang agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.

Alat tersebut bekerja menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor pH dan sensor turbidity (kekeruhan air). Sensor pH mengukur tingkat keasaman air pada skala 1 hingga 14, sedangkan sensor turbidity mendeteksi tingkat kejernihan air.

“Air dengan pH 6,5 sampai 8,5 dikategorikan netral dan layak konsumsi. Semua hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD, termasuk status kelayakan air,” jelasnya.

Aditya mengakui tantangan terbesar dalam pembuatan alat ini terletak pada proses kalibrasi sensor, agar pembacaan data sesuai dengan kondisi riil.

Mahasiswa Untag Surabaya menciptakan alat deteksi kualitas air minum berbasis sensor pH dan turbidity.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |