jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengklaim telah berupaya intensif dan terkoordinasi untuk menangani keluhan masyarakat terkait penumpukan sampah, terutama di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Muktiharjo Kidul.
Selain Muktiharjo Kidul, terdapat sejumlah TPS lain di Kota Semarang yang mengalami penumpukan sampah. Untuk menangani darurat sampah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menerjunkan armada, alat berat, serta personel dari lintas perangkat daerah.
“Kami tidak hanya mengangkut, tetapi juga menata sistem armada, ritasi, kontainer, hingga koordinasi lintas OPD. Tujuannya jelas, tidak ada lagi tumpukan sampah yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” ujar Agustina, Kamis (15/1).
Pola penanganan yang diterapkan di Muktiharjo Kidul akan diperluas ke TPS-TPS lain yang telah dipetakan sebagai titik rawan kelebihan muatan.
Agustina juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan memilah sampah dari rumah, mematuhi jadwal pembuangan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemkot Semarang bekerja dengan sistem yang kami perkuat, masyarakat mendukung dengan disiplin. Dengan gotong royong, Semarang bisa lebih bersih, tertib, dan sehat,” tambahnya.
Sejumlah TPS yang mengalami beban sampah tinggi selain Muktiharjo Kidul antara lain Pasar Penggaron, Pasar Jatingaleh, TPS Lanal Semarang, TPS Purwosari/Patriot, TPS Bukit Kencana Jaya, TPS Lingkar Tanjung Panggung Lor, Pasar Suryokusumo, dan TPS Rumah Pompa. (ink/jpnn)



















































