jatim.jpnn.com, SURABAYA - Video seorang pengemudi mobil dipukul oleh polisi cepek atau pak ogah hingga kaca mobilnya pecah viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di U-turn Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Rabu (4/3).
Korban diketahui bernama Candra, warga Bronggalan, Surabaya. Saat itu Candra hendak putar balik di lokasi tersebut. Namun saat melakukan manuver, tangan polisi cepek bernama Herman tersenggol mobil korban karena posisinya berada terlalu ke tengah jalan.
Insiden itu memicu emosi Herman. Dia kemudian memaki korban. Candra sempat membuka sedikit kaca mobilnya untuk berbicara.
Namun, Herman justru memukul korban hingga kacamatanya terlepas. Tidak berhenti di situ, Herman juga memukulkan tongkat yang dibawanya hingga kaca mobil korban pecah.
Setelah kejadian tersebut, keduanya sempat terlibat adu mulut di lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Agus Tri Subagjo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi telah memanggil kedua pihak untuk dimintai keterangan dan dilakukan mediasi.
“Sudah ditangkap. Di KUHP baru, kerugian di bawah Rp500 ribu tidak dilakukan penahanan, tetapi tetap kami proses,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).
Menurut Agus, aksi Herman dipicu emosi karena tidak diberi uang oleh pengguna jalan saat mengatur arus kendaraan di lokasi putar balik tersebut.

















































