kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim merilis data penduduk miskin di Provinsi Kaltim yang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini berkat tingginya serapan tenaga kerja di sejumlah lapangan usaha antara lain perdagangan, pertanian, penyediaan akomodasi, dan lapangan usaha konstruksi.
"Angka kemiskinan Kaltim berada di posisi tujuh terendah secara nasional," kata Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, Jumat (13/2).
Secara nasional, lanjut Mas'ud Rifai, angka kemiskinan terendah di Provinsi Bali sebesar 3,42 persen dan tertinggi di Papua Tengah sebesar 29,45 persen.
Menurut dia, adanya kecenderungan penurunan angka kemiskinan Kaltim dalam beberapa tahun terakhir bisa dilihat mulai dari September 2022 yang sebesar 6,44 persen atau sebanyak 242,3 ribu penduduk miskin.
Kemudian pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin Kaltim turun menjadi 231,07 ribu penduduk atau sebesar 6,11 persen.
Pada Maret 2024, terdapat 221,34 ribu warga miskin atau sebesar 5,78 persen.
Selanjutnya pada September 2024 mengalami penurunan menjadi 211,88 ribu warga miskin atau 5,17 persen.

















































