jateng.jpnn.com, SEMARANG - Para orang tua calon murid masih memadati Posko Pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Selasa (23/6).
Kepala Disdik Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan para orang tua datang untuk berkonsultasi maupun menyelesaikan berbagai kendala administrasi dalam proses pendaftaran.
Menurut Ahsan, mayoritas aduan yang masuk bukan terkait persoalan administrasi umum, melainkan karena data nominasi calon peserta didik belum tercantum dalam sistem SPMB.
"Yang paling banyak adalah siswa lulusan SD dari luar kota. Data mereka tidak ada di database (sistem, red) kami sehingga harus datang ke posko untuk dilakukan penambahan nominasi sebelum bisa mendaftar," ujarnya.
Selain itu, calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur mutasi juga diwajibkan melakukan verifikasi secara langsung karena proses tersebut tidak dapat dilakukan sepenuhnya secara online.
Pihaknya juga menemukan sejumlah kasus perubahan data keluarga yang belum terbaca dalam sistem.
"Terdapat beberapa kasus data keluarga sudah berubah, tetapi belum terbaca di sistem karena perubahan dilakukan setelah proses pemadanan data dengan Dukcapil. Namun semuanya bisa diselesaikan di posko," katanya.
Untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan tersebut, pihaknya menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Semarang.

















































