jpnn.com, JAKARTA - Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti-Korupsi (GPM-AK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan membantu penanganan dugaan rasuah dalam penimbunan emas dan dolar yang ditemukan penyidik Polri di properti milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah.
Guna menyampaikan desakan itu, GPM-AK menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jumat (10/7).
Dalam aksi itu, massa GPM-AK meminta Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri mengusut tuntas kasus tersebut tanpa pandang bulu.
Pedemo juga membentangkan poster bertuliskan "Mendesak KPK Turun Tangan Asistensi Kasus Febrie" dalam aksi itu.
"Kami mengapresiasi Kortastipidkor Polri yang menangani perkara ini," ujar Amri, salah seorang orator aksi GPM-AK
Dalam aksi itu, sejumlah poster bernada kritik, antara lain, bertuliskan "Rakyat Jual Emas Demi Bertahan Hidup, Oknum Penegak Hukum Timbun Emas Hasil Korup" dan "Ekonomi Sulit, Rakyat Menjerit, Oknum Penegak Hukum Sembunyin Duit #MariKitaLawan" juga dibentangkan di depan Polda Metro Jaya.
Amri menegaskan pihaknya datang untuk mendukung aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara itu.
"Kami hadir untuk mendorong Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya agar tidak takut membongkar sampai ke akar-akarnya dugaan maling uang rakyat, penimbun dolar dan emas," katanya.





















































