Diklaim Jadi Episentrum Islam Modern, Menag: Orang Arab Perlu Belajar ke Indonesia

3 days ago 24

Rabu, 26 November 2025 – 16:40 WIB

 Orang Arab Perlu Belajar ke Indonesia - JPNN.com Jatim

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri International Conference on Indonesian Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (26/11). Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Indonesia yang kini menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan 242,7 juta jiwa mulai mendapat perhatian baru dalam lanskap keilmuan Islam global.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa saat ini bukan hanya Indonesia yang belajar dari Timur Tengah, tetapi justru negara-negara Arab yang dapat menjadikan Indonesia sebagai rujukan untuk memahami perkembangan Islam kontemporer.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin dalam International Conference on Indonesian Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (26/11).

Dia menekankan karakter Islam Indonesia yang dikenal moderat, inklusif, dan adaptif menjadi model yang kini ingin dipelajari dunia, termasuk Timur Tengah.

“Orang-orang Timur Tengah, orang Arab itu harus belajar Islam di Indonesia. Baik soal ekonomi Islam, demokrasi, politik, maupun ekonomi modern. Mereka sendiri yang meminta agar bisa datang ke Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, perkembangan keilmuan Islam di Indonesia telah bergerak jauh melampaui apa yang sebelumnya hanya dirujuk dari Timur Tengah.

Dahulu, Indonesia bergantung pada literatur Arab, kini tren mulai berbalik.

“Buku-buku berbahasa Indonesia tentang Islam justru harus diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Itu menunjukkan gagasan-gagasan Islam Indonesia mulai dibutuhkan,” jelasnya.

Menag menyebut orang Arab bisa belajar Islam dari Indonesia karena menjadi episentrum Islam modern.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |