jatim.jpnn.com, MAGETAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan melaporkan 10 orang suspek campak yang tersebar di 8 kecamatan.
Sampel darah para suspek telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantyo menyebut kasus ini terdeteksi hingga pekan ke-9 tahun 2026.
"Di Indonesia memang sedang merebak virus campak ini, untuk Magetan sendiri hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak, tetapi untuk suspek ada 10 orang dari berbagai kelompok usia," ujar Suwantyo, Rabu (11/3.
Dia menjelaskan seluruh suspek dipantau ketat oleh puskesmas masing-masing untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan mereka.
Suwantyo menekankan bahwa campak bukan penyakit sepele karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia dan ensefalitis, terutama pada anak-anak atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.
"Untuk tahun 2025 kemarin kita mencatat ada 43 suspek yang terdeteksi. Dari jumlah itu, 3 orang dinyatakan positif campak. Karena kembali merebak, kami akan memasifkan sosialiasi melalui flayer-flayer dan imbauan penerapan pola hidup bersih dan sehat [PHBS],” jelasnya.
Dia juga mengakui bahwa sebagian kecil masyarakat menolak imunisasi, dipengaruhi oleh ketakutan yang tidak berdasar dan kepercayaan tertentu.

















































