jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memperkuat edukasi masyarakat serta kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengatasi potensi masuknya Virus Nipah.
Meski hingga kini belum ditemukan kasus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memastikan langkah pencegahan terus berjalan secara konsisten.
Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Pahlawan telah dibekali mekanisme kewaspadaan dini terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah yang tergolong zoonosis.
“Fasilitas kesehatan kami siap melakukan skrining, pencatatan, dan pelaporan apabila ditemukan gejala yang mengarah pada penyakit menular. Sistem surveilans berjalan aktif dan terpantau,” ujar Nanik, Sabtu (7/2).
Virus Nipah diketahui dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kontak dengan hewan terinfeksi atau konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kelelawar pemakan buah disebut sebagai reservoir alami virus tersebut.
Menurut Nanik, pemahaman masyarakat menjadi kunci utama pencegahan. Oleh karena itu, Dinkes Surabaya terus menggencarkan edukasi melalui fasilitas kesehatan dan peran aktif tenaga medis.
“Kami fokus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, mulai dari cara penularan hingga langkah pencegahan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari,” jelasnya.
Edukasi tersebut juga diperkuat dengan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti membiasakan mencuci tangan, mengonsumsi makanan bersih dan matang, serta menghindari kontak dengan hewan liar.


















































