bali.jpnn.com, DENPASAR - Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng, mengatakan Badan Pengelola Investasi Danantara, tengah menjalankan visi Presiden Prabowo untuk merampingkan jumlah BUMN dari ribuan menjadi sekitar 300 perusahaan saja.
Langkah ini diambil karena lebih dari separuh BUMN saat ini dinilai merugi dan membebani perekonomian.
"Dari total revenue BUMN yang mencapai sembilan persen dari GDP Indonesia, kontribusi valuenya baru lima persen.
Banyak yang sulit bertahan, seperti kasus Merpati yang kini tinggal puing,” ujar Rizal Mallarangeng di Denpasar, Jumat (7/2).
Namun, Telkom bersama Himbara, Pertamina, dan PLN, tetap berada di barisan terdepan yang mencatatkan keuntungan signifikan.
Rizal Mallarangeng mengatakan bahwa kemampuan adaptasi adalah kunci utama agar BUMN tidak sekadar menjadi "museum" sejarah.
Ia mengeklaim PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk muncul sebagai salah satu contoh sukses entitas negara yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Hal tersebut terbukti ketika Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp157 triliun dengan laba bersih mencapai Rp23 triliun.


















































