Disdikpora Buka Suara Soal Dugaan Penipuan Tes TOEFL Berkedok MPLS

11 hours ago 19

Selasa, 21 Juli 2026 – 08:45 WIB

Disdikpora Buka Suara Soal Dugaan Penipuan Tes TOEFL Berkedok MPLS - JPNN.com Jogja

Disdikpora DIY buka suara soal kasus dugaan penipuan tes TOEFL saat MPLS. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan upaya perlindungan bagi seluruh peserta didik dari segala bentuk intimidasi maupun komersialisasi di lingkungan sekolah, khususnya selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pernyataan itu disampaikan merespons beredarnya isu dugaan penipuan serta praktik intimidasi yang berkedok sosialisasi tes TOEFL di salah satu sekolah di Yogyakarta saat kegiatan MPLS berlangsung.

Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY Suci Rohmadi menegaskan bahwa Pemda DIY maupun Disdikpora DIY tidak pernah memberikan izin, rekomendasi, atau menjalin kerja sama resmi dengan lembaga bimbingan belajar (bimbel) manapun untuk mengadakan kegiatan tes TOEFL berbayar di sekolah.

"Disdikpora DIY tidak pernah memberikan izin, rekomendasi, atau kerja sama resmi dengan lembaga tersebut. Pencatutan nama Dikpora dan Polda adalah tindakan ilegal dan penyesatan informasi," tegas Suci Rohmadi di Yogyakarta, Senin (20/7).

Isu ini mencuat ke publik setelah salah satu siswa mengunggah pengakuannya melalui akun Instagram @merapi_uncover. Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (17/6), ketika 108 siswa dari tiga kelas digabungkan di satu ruangan besar untuk mendengarkan sosialisasi dari lembaga yang mengatasnamakan diri mereka vendor pendidikan.

Dalam unggahan tersebut, korban menceritakan suasana sosialisasi yang diwarnai intimidasi verbal dan penggunaan bahasa tidak pantas oleh pemateri berinisial IFN dan IYN.

Pemateri kerap membawa-bawa nama pejabat Dikpora serta Polda DIY untuk meyakinkan para siswa, bahkan mengklaim sertifikat tes EPT/TOEFL milik mereka dapat menjamin kelulusan sekolah, kelulusan masuk perguruan tinggi, hingga kenaikan jabatan di institusi TNI/Polri.

Tidak hanya intimidasi verbal, pemateri melancarkan taktik pemasaran persuasif berbasis kepanikan (fear of missing out).

Disdikpora DIY buka suara soal isu penipuan berkedok tes TOEFL saat MPLS di salah satu sekolah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |