jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tahura Raden Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang mencapai 146 hektare.
Kepala Dishut Jatim Jumadi mengatakan total luasan tersebut bersifat sementara. Oleh karena itu, masih diperlukan proses verifikasi setelah proses pemadaman dituntaskan.
“140-an hektare (perkiraan dampak karhutla), yang pertama rilis ya, sebelum nanti ada kejadian lagi belum yang kemarin," kata Jumadi saat dikonfirmasi, Selasa (25/8).
Jumadi mengungkapkan masih ada satu titik yang menyala di lereng ke arah Puncak Arjuno. Tim gabungan pun tengah berfokus untuk melakukan proses pemadaman di kawasan itu.
Namun, tim darat tengah mengalami kesulitan untuk menjangkau titik api di lereng Puncak Arjuno. Sebab, medannya yang curam dengan kemiringan sekitar 60 sampai 70 derajat.
Petugas memutuskan untuk memanfaatkan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang bisa mengangkut 1.000 liter air dalam sekali pengambilan.
Nantinya, helikopter tersebut akan mengisi air di sejumlah sumber, yakni Kolam Kaliandra, Taman Safari dan tandon yang sudah disiapkan BPBD Pasuruan di Lapangan Kaliandra.
"Sekarang masih dilakukan water bombing. Titik-titik lain seperti di Kembar 1, Kembar 2, dan sekitar Lapangan Kotak sudah padam. Tinggal satu titik yang sedang difokuskan," ujarnya.


















































