Dominasi Teknologi Digital China Disebut Rawan bagi Kedaulatan Data RI

2 hours ago 10

Dominasi Teknologi Digital China Disebut Rawan bagi Kedaulatan Data RI

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

(Ki-Ka) Guru Besar Ilmu Komputer dari Universitas Nusa Putra Profesor Teddy Mantoro, Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Johanes Herlijanto, moderator Sekretaris Umum FSI Muhammad Farid, serta pemerhati keamanan regional Brigadir Jenderal TNI (Purn) Victor P. Tobing, di seminar publik berjudul “Diplomasi Digital China di Asia Tenggara: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia,” di Jakarta, Senin (25/5). Foto: FSI

jpnn.com, JAKARTA - Forum Sinologi Indonesia (FSI) mengingatkan pemerintah agar mewaspadai risiko dominasi investasi digital China di Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan transformasi digital nasional.

Peringatan tersebut disampaikan dalam seminar publik bertajuk “Diplomasi Digital China di Asia Tenggara: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia” yang digelar di Jakarta, Senin (25/5).

Ketua FSI Johanes Herlijanto, mengatakan meningkatnya arus digitalisasi membuat kebutuhan akses teknologi dan infrastruktur digital di Indonesia semakin besar.

Menurut dia, masuknya investasi dan produk digital asal China memang dapat mempercepat transformasi menuju masyarakat digital, namun pemerintah tetap harus memperhatikan risiko ketergantungan teknologi.

Johanes menilai dominasi investasi digital China berpotensi menimbulkan ancaman terhadap kedaulatan digital Indonesia apabila tidak diimbangi penguatan regulasi dan diversifikasi rantai pasok teknologi.

“Pemerintah juga diharapkan menggunakan otoritasnya untuk memaksa vendor asing untuk tunduk pada yurisdiksi hukum Indonesia, termasuk kepatuhan pada UU Perlindungan Data Pribadi,” ujar Johanes.

Seminar tersebut turut menghadirkan Guru Besar Ilmu Komputer Teddy Mantoro, peneliti Australian Strategic Policy Institute Gatra Priyandita, serta pemerhati keamanan regional Victor P. Tobing.

Dalam pemaparannya, Victor Tobing mengatakan penguasaan teknologi menjadi faktor penting bagi suatu negara untuk menjaga kepentingan nasional. Dia menilai Indonesia perlu bersikap adaptif dan lincah dalam menghadapi perkembangan teknologi global.

Investasi teknologi digital China dinilai perlu diwaspadai demi menjaga kemandirian digital Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |