Presiden Prabowo Subianto mengatakan warga desa "enggak pakai dolar" sehingga ekonomi Indonesia masih "aman", khususnya di bidang pangan dan energi.
Namun sejumlah petani dan nelayan di desa mengatakan mereka justru turut merasakan dampak dari semakin melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar... yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri, hayo siapa ini?" ujar Prabowo.
Ia mengatakan hal tersebut saat acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur, awal pertengahan bulan Mei lalu.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berada di titik Rp17.783, menurut kurs hari Selasa ini (26/05).
Fahrur Irzan, petani kentang di Dieng, Jawa Tengah, mengatakan pernyataan presiden Prabowo tersebut "tidak bijaksana", karena kondisi mata uang "memiliki efek domino" bagi mereka.
"Pemerintah jangan terlalu banyak mengambil kebijakan atau pernyataan populis ... [untuk] hanya sekedar menenangkan masyarakat," katanya.
Menurutnya saat ini warga desa semakin kritis dan mereka tahu dampak dari nilai dolar yang semakin menguat.









.jpg)











































