kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim terus memaksimalkan potensi zakat yang diproyeksikan mencapai Rp 6 triliun demi memperluas program pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.
Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan mengungkapkan penerimaan zakat naik menjadi rata-rata Rp 1,1 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulan.
"Kenaikan sejak adanya imbauan dari Gubernur," kata Ahmad Nabhan dalam acara Kaltim Berzakat 2026 di Samarinda, Senin (23/2).
Dia menjelaskan secara keseluruhan akumulasi pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Kaltim pada 2025 telah menembus angka Rp 184,7 miliar.
Lonjakan penerimaan yang signifikan ini berdampak langsung pada optimalisasi distribusi dana ZIS sebesar Rp 23,1 miliar yang difokuskan pada lima program utama.
Dia menyebut alokasi terbesar disalurkan untuk bidang kemanusiaan senilai Rp 10,4 miliar guna membantu biaya hidup lansia, perbaikan rumah tidak layak huni, dan santunan anak yatim.
Selanjutnya bidang pemberdayaan ekonomi menyerap dana sebesar Rp 6,7 miliar yang diberikan sebagai bantuan modal usaha ternak dan modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baznas Kaltim juga mengalokasikan dana Rp 1,7 miliar di bidang kesehatan untuk membantu biaya pasien tidak mampu, operasi celah bibir, hingga penanganan tengkes (stunting).

















































