jatim.jpnn.com, SURABAYA - Minat masyarakat terhadap keris sebagai warisan budaya terus meningkat. Di sisi lain, kebutuhan akan dokumentasi dan kajian ilmiah terhadap setiap pusaka dinilai semakin penting untuk menjaga nilai sejarah dan budaya yang dikandungnya.
Menjawab kebutuhan tersebut, Ethnic Indonesia meluncurkan layanan Kuratorial dan Sertifikasi Keris yang dilakukan oleh tiga kurator keris bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pendiri Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi KRA Rivo Cahyono mengatakan layanan tersebut tidak hanya bertujuan menerbitkan sertifikat, tetapi juga mendokumentasikan identitas, sejarah, dan karakter setiap pusaka agar tetap terjaga lintas generasi.
"Kami percaya bahwa sebuah keris bukan hanya sebilah besi. Di dalamnya terdapat perjalanan sejarah, filosofi, identitas budaya, hingga kisah para leluhur yang membentuk peradaban Nusantara," kata Rivo, Sabtu (18/7).
Menurut dia, masih banyak keris yang berpindah tangan tanpa disertai dokumentasi yang memadai. Akibatnya, informasi mengenai tangguh, dhapur, pamor, ricikan hingga asal-usul pusaka berisiko hilang seiring bergantinya kepemilikan.
Melalui proses kuratorial, setiap keris dikaji secara menyeluruh, mulai dari aspek autentisitas, tangguh, dhapur, pamor, ricikan, warangka, nilai sejarah, nilai budaya hingga dokumentasi ilmiah.
Hasil kajian tersebut kemudian dituangkan dalam Sertifikat Kuratorial Ethnic Indonesia sebagai dokumentasi identitas sebuah pusaka.
Rivo menilai nilai sebuah keris tidak hanya diukur dari nilai ekonominya, tetapi juga dari sejarah dan cerita yang menyertainya.



















































