Fakta Soal 50 Santriwati yang Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari, Hemm

4 hours ago 5

Fakta Soal 50 Santriwati yang Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari, Hemm

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi. FOTO: Humas Polda Jateng.

jpnn.com, PATI - Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi mengungkapkan bahwa hingga kini baru satu korban yang melapor, dalam kasus dugaan pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo.

“Berdasarkan pemeriksaan yang sudah kami lakukan, jumlah korban ada lima orang."

"Satu merupakan korban pelapor, satu saksi dari korban pelapor dan tiga lainnya merupakan korban yang kemudian mencabut keterangannya,” ujarnya dalam taklimat media di Mapolresta Pati, Kamis (7/5).

Dia menjelaskan para saksi tersebut mengaku pernah mengalami tindakan serupa, meskipun dengan modus yang berbeda dan tidak sampai terjadi persetubuhan.

Menurutnya, informasi mengenai dugaan 50 korban hingga saat ini belum dapat dipastikan kebenarannya, karena belum didukung hasil pemeriksaan kepolisian.

“Terkait 50 korban itu belum terbukti. Narasi tersebut belum menjadi fakta karena belum ada pemeriksaan sampai ke sana,” katanya.

Namun demikian, Polresta Pati telah membuka posko pengaduan untuk mengungkap secara menyeluruh jumlah korban dalam perkara tersebut.

“Kami membuka posko untuk membuka tabir kejadian ini, sebenarnya berapa masyarakat atau anak-anak kita yang menjadi korban,” ujarnya.

Belum terbukti kata Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi soal jumlah 50 santriwati korban pencabulan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |