Gandeng Menteri PPPA, PP ISNU Dorong Intelektual Muda Jadi Agen Literasi Anti-Kekerasan

9 hours ago 20

Gandeng Menteri PPPA, PP ISNU Dorong Intelektual Muda Jadi Agen Literasi Anti-Kekerasan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menggelar Dialog Publik dan Workshop Literasi Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Grand Orchardz Hotel, Kemayoran, Jakarta, mulai Senin hingga Selasa (9-10/2/2026). Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menggelar Dialog Publik dan Workshop Literasi Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Grand Orchardz Hotel, Kemayoran, Jakarta, mulai Senin hingga Selasa (9-10/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PP ISNU dalam memperkuat peran kalangan intelektual NU untuk merespons persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

Ketua Umum PP ISNU Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. mengatakan, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dipandang sebagai persoalan sektoral, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, ISNU sebagai entitas epistemik memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terlibat aktif dalam membangun kesadaran publik melalui penguatan literasi.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah persoalan kemanusiaan yang harus direspons secara serius. ISNU ingin mengambil peran strategis melalui penguatan literasi, agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih kritis, empatik, dan berkeadilan dalam menyikapi isu ini,” ujar Kamaruddin Amin.

Ia menambahkan, literasi anti kekerasan tidak cukup hanya dipahami sebagai wacana normatif, tetapi harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang mampu membentuk cara pandang dan perilaku sosial. Dalam konteks itu, ISNU berkomitmen untuk membangun jejaring dengan pemerintah, lembaga negara, serta masyarakat sipil guna memperkuat agenda perlindungan perempuan dan anak.

Dialog publik ini akan menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. sebagai pembicara kunci. Selain itu, hadir pula Prof. Dr. Nyayu Khadijah, M.Si. dari Kementerian Agama RI, Ketua Komnas Perempuan Dr. Maria Ulfah Anshor, M.Si., Komisioner Komnas Perempuan KH. Daden Sukendar, M.Ag., serta Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Rahmayanti, S.Sos.I., M.Ag.

Tak hanya dialog publik, kegiatan ini juga akan diisi dengan workshop literasi yang berfokus pada penguatan kapasitas peserta dalam memproduksi konten edukatif dan ramah perempuan serta anak. Workshop akan menghadirkan Dewan Ahli PP ISNU Prof. Dr. Nur Kholisoh, M.Si., Redaktur NU Online Aru Lego Triono, S.Ikom, serta Rofi Uddarojat dari TikTok Indonesia.

PP ISNU menggelar Dialog Publik dan Workshop Literasi Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Grand Orchardz Hotel, Kemayoran, Jakarta, mulai Senin-Selasa

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |