jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet menegaskan tradisi silaturahmi dan buka puasa bersama di bulan Ramadan harus ditempatkan sebagai sarana strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menggelar buka puasa bersama lintas organisasi dan komunitas di Rumah Pergerakan Patiunus Jakarta, Senin malam (2/3).
Menurut Bamsoet, di tengah tantangan polarisasi sosial, fragmentasi digital, serta tekanan ekonomi global dan ketidakpastian global akibat meningkatnya eskalasi di Timur Tengah, momentum Ramadan mampu menghadirkan ruang silaturahmi yang hangat, cair, dan setara antar elemen bangsa.
Dia mengingatkan perang Iran dan Israel yang di-backup Amerika Serikat akan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dan beresiko menambah beban APBN serta mengganggu perekonomian nasional.
Untuk itu, Bamsoet mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperteguh persatuan dan kesatuan serta tidak terpengaruh terhadap berbagai provokasi yang memanfaatkan situasi untuk menyerang martabat Presiden Prabowo Subianto.
“Ramadan mengajarkan pengendalian diri, empati, dan solidaritas. Nilai-nilai itu relevan dengan kehidupan berbangsa," kata Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Bamsoet mengatakan buka puasa bersama alias bukber menghadirkan ruang pertemuan lintas latar belakang, lintas profesi, bahkan lintas pandangan politik dalam suasana yang hangat dan setara serta mampu membangun kesadaran bersama.
"Kita sebagai bangsa harus bersatu bahu membahu dalam menghadapi ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar,” ujar Ketua ke-15 MPR RI itu.





















































