jpnn.com - JAKARTA - Goodtalenta meluncurkan platform rekrutmen digital yang mengintegrasikan berbagai tahapan talent acquisition dalam satu sistem, mulai dari pencarian kandidat, proses screening dan assessment, hingga pengambilan keputusan perekrutan.
Platform tersebut dikembangkan untuk menjawab tantangan perusahaan yang masih harus menggunakan sejumlah sistem berbeda dalam menjalankan proses seleksi. Kondisi itu membuat data kandidat tersebar, proses rekrutmen memakan waktu lebih panjang, serta menambah beban administratif bagi tim sumber daya manusia.
CEO & Founder Goodtalenta Morizio Runtuwene mengatakan,integrasi proses dan data menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan platform tersebut.
“Kami percaya proses rekrutmen bisa dilakukan dengan lebih sederhana, terukur dan efisien. Oleh karena itu, Goodtalenta dirancang sebagai platform yang mampu mengintegrasikan seluruh alur rekrutmen dalam satu ekosistem yang terstruktur,” ujar Morizio dalam peluncuran Goodtalenta di Jakarta, Kamis (27/8).
Melalui Goodtalenta, perusahaan dapat mengelola proses rekrutmen secara end-to-end melalui satu aplikasi. Sejumlah fitur yang tersedia, antara lain dasbor rekrutmen, pengelolaan data kandidat, pengaturan jadwal wawancara dan interviewer, online assessment, recruitment pipeline, hingga komunikasi langsung dengan kandidat.
Goodtalenta juga memanfaatkan otomasi dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk sejumlah proses, termasuk registrasi kandidat, screening, dan analisis kandidat.
Menurut Morizio, konsolidasi proses dan data memungkinkan perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai recruitment pipeline. Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi proses, mengukur efektivitas rekrutmen, mengoptimalkan biaya, serta mendukung pengambilan keputusan kandidat berbasis data.
Selain itu, Goodtalenta menyediakan fitur recruitment workflow builder yang memungkinkan perusahaan menyesuaikan tahapan seleksi dengan proses rekrutmen masing-masing. Fitur tersebut ditujukan agar perusahaan tetap memiliki fleksibilitas tanpa harus bergantung pada banyak sistem terpisah.


















































