jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah memutuskan mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat, MinyaKita, di angka Rp 15.700 per liter.
Keputusan ini sekaligus menjawab rencana pemerintah sebelumnya yang sempat berencana menaikkan harga eceran tertinggi untuk produk tersebut.
“Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET Minyakita, masih Rp 15.700 per liter,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).
Mendag Busan menjelaskan fokus utama pemerintah saat ini bukanlah menaikkan harga, melainkan memperkuat rantai distribusi.
Hal ini bertujuan agar MinyaKita semakin mudah diakses masyarakat, khususnya melalui pasar-pasar rakyat di berbagai wilayah.
Guna memastikan kelancaran distribusi tersebut, pemerintah melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan.
Adapun dua lembaga utama yang ditunjuk yakni Perum Bulog dan ID Food untuk mengawal ketersediaan stok di lapangan.
"Kami saat ini akan fokus pada distribusi Minyakita ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD," tuturnya.






















































