jpnn.com - Honda Motors saat ini tengah diterpa masalah besar mengenai bisnis mereka.
Pasalnya, Honda mencatat kerugian tahunan pertama tahunan sejak perusahaan berdiri di bursa saham pada 1957.
Kerugian itu disebabkan setelah salah strategi di bisnis kendaraan listrik (EV).
Dilansir dari Arena EV pada Jumat, dalam laporan tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, Honda membukukan rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar Rp45,9 triliun.
Padahal pada periode sebelumnya perusahaan mobil asal Jepang itu masih mencatat laba sebesar 1,2 triliun yen atau setara Rp 133 triliun.
Kerugian terkait bisnis kendaraan listrik Honda sepanjang tahun tersebut mencapai 1,45 triliun yen atau sekitar Rp 160.8 triliun.
Honda juga memperkirakan masih akan mengeluarkan biaya tambahan sekitar 500 miliar yen atau Rp55 triliun untuk bisnis EV pada tahun fiskal berikutnya.
Meski demikian, Honda optimistis dapat kembali mencetak laba sebesar 500 miliar yen tahun ini melalui langkah efisiensi biaya serta kontribusi bisnis sepeda motor yang mencatat penjualan tertinggi.
CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan kini membatalkan target penjualan kendaraan listrik sebagai penyumbang seperlima penjualan mobil baru pada 2030.






















































