jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul masih tingginya curah hujan pada Januari–Februari yang diprakirakan sebagai puncak musim hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan pihaknya telah memetakan wilayah dengan potensi banjir sebagai langkah peringatan dini bagi warga, khususnya yang tinggal di kawasan rawan.
“Peta potensi banjir ini kami sampaikan sebagai peringatan dini. Masyarakat di wilayah rawan kami minta lebih siaga menghadapi kemungkinan banjir,” kata Irawan, Kamis (15/1).
Berdasarkan pemetaan BPBD yang mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah kecamatan di Banyumas masuk kategori potensi banjir menengah hingga tinggi.
Untuk potensi banjir menengah, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Cilongok, Gumelar, Jatilawang, Kalibagor, Kebasen, Kemranjen, Lumbir, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Selatan, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.
Sementara itu, kecamatan dengan potensi banjir tinggi antara lain Ajibarang, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Kedungbanteng, Kembaran, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Sokaraja, dan Wangon.
Irawan menjelaskan, potensi banjir dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya curah hujan, kondisi daerah aliran sungai (DAS), keterbatasan kapasitas drainase, hingga aktivitas manusia di kawasan rawan genangan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Banyumas telah menginstruksikan jajaran internal, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan pengecekan titik rawan banjir, menyiapkan logistik, dan memperkuat koordinasi lintas sektor.



















































