kaltim.jpnn.com, KUTAI BARAT - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) berupaya menjaga stok dan harga bahan pokok selalu aman serta terjangkau selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Upaya yang dilakukan Pemkab Kubar adalah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemprov Kaltim, Perum Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi hingga kabupaten.
"Saat ini permintaan bahan pokok cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga, sehingga diperlukan antisipasi melalui koordinasi, pengawasan terstruktur, serta sinergi lintas sektor agar stabilitas pasokan, harga, keamanan, dan mutu pangan terjaga,” kata Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, dikutip Minggu (22/2).
Menurut Frederick, penguatan sinergi dengan banyak pihak juga untuk mengantisipasi gangguan distribusi dari daerah penghasil ke Kutai Barat, termasuk pentingnya pengawasan yang menyasar pedagang tingkat grosir hingga pengecer untuk mencegah praktik penimbunan, permainan harga, serta peredaran pangan yang tidak layak konsumsi.
Terkait kerja sama dengan pemerintah pusat, selama tiga hari pada Kamis-Sabtu 19-21 Februari 2026, Anny Mulyani selaku Tenaga Ahli Kementan, Maino Dwi Hartono selaku Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Lenni Pangaribuan dan Muhamad Pahri Husaeri dari Bapanas, hadir di Kutai Barat.
Kedatangan mereka selama tiga hari di Kutai Barat selain mengikuti Rapat Koordinasi Stabilitas Pasokan, Pengawasan Harga, serta Mutu Pangan, dengan pihak terkait di Kaltim dan Kutai Barat.
Selain itu, mereka juga melakukan pantauan langsung ke lapangan untuk mengetahui stok dan pergerakan harga bahan pokok penting.
Hasil pemantauan diketahui stok bahan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, ayam, dan lainnya masih aman dan diyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.




















.jpeg)




























