jpnn.com, JAKARTA - Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengimpor 105 ribu unit mobil pikap dari India guna operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai kritik tajam.
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat menilai langkah tersebut tidak memiliki dasar kuat dan justru mencederai industri nasional.
Jumhur Hidayat menegaskan rencana impor skala besar ini merupakan langkah mundur bagi Indonesia yang sudah puluhan tahun menjadi pemain kunci otomotif di kancah global.
"Tidak ada legitimasi moral, profesional, dan sejarah kecuali hanya ingin meraup renten yang bisa membenarkan rencana impor ini," tegas Jumhur, Minggu (22/2)
Dia memaparkan data bahwa Indonesia telah mengekspor mobil ke lebih dari 80 negara sejak 1987.
Hingga 2025, merek besar seperti Toyota bahkan telah mengekspor lebih dari tiga juta unit, disusul pabrikan lain, seperti Honda, Daihatsu, dan Mitsubishi.
Dia menilai upaya impor ratusan ribu mobil pikap itu menjadi ironi.
Hal itu karena terjadi di tengah tren PHK di sektor otomotif.























.jpeg)




























