jpnn.com - Ini perkembangan genting --tidak hanya penting. Serial tulisan dari Mesir pun harus saya hentikan dulu. Diganti tulisan yang bersifat menghibur berikut ini.
Saya sih bisa membaca kegundahan pikiran Presiden Donald Trump sekarang ini: "Amerika Serikat ini diajak maju saja kok sulit sih!?"
Presiden Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Jumat, 20 Februari waktu setempat. Ia membalas keputusan Mahkamah Agung dengan mengeluarkan skema baru tarif 10 persen untuk sejumlah mitra dagang.-Mandel Ngan/AFP-
Trump tidak hanya gundah. Ia geram. Marah. Jengkel. Semua jadi satu. Apalagi ia tidak berpuasa Ramadan. Emosinya meledak seketika --dasar ia tipe orang yang meledak-ledak.
Tapi yang dihadapi kali ini adalah lembaga yang kekuasaannya lebih tinggi dari Presiden Amerika: Mahkamah Agung negara federal.
Presiden Trump bisa marah pada mereka tapi tidak bisa kalau tidak melaksanakan putusan mereka: tarif impor yang diputuskan Trump dinyatakan tidak sah. Ilegal. Melanggar konstitusi. Harus dibatalkan.
Bayangkan, putusan seorang presiden yang begitu berkuasa bisa dibatalkan oleh pengadilan.
Amerika pun kacau! Padahal tarif impor yang amat tinggi itu sudah telanjur dilaksanakan sejak tahun lalu. Ada yang mulai Juni 2025 ada yang Agustus.

.jpeg)


















































