jpnn.com, MAJALENGKA - Inovasi Muda melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, terkait kolaborasi pelaksanaan riset dan pengembangan program berbasis keberlanjutan di Kabupaten Majalengka.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan program berbasis riset, penguatan inovasi daerah, serta pengembangan inisiatif yang selaras dengan kebutuhan dan potensi lokal masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Inovasi Muda dan Pemerintah Kabupaten Majalengka berupaya membangun ekosistem kolaboratif yang mampu menghadirkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, turut diperkenalkan salah satu inisiatif program bertajuk Majalengka Emas, yaitu program pengelolaan minyak jelantah melalui skema “Tukar Jelantah Jadi Rupiah”.
Program ini mendorong masyarakat untuk mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga yang kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi melalui mekanisme pengumpulan berbasis komunitas dan fasilitas BioDrop sebagai tempat penimbangan serta penyimpanan sementara minyak jelantah.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan berbagai layanan sosial untuk masyarakat, seperti pasar sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pelayanan administrasi kependudukan sebagai bagian dari upaya mendukung kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih inovatif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Majalengka, Eman Suherman.
Sementara itu, Restu Andini, Chairwoman Inovasi Muda, menyampaikan kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Inovasi Muda dalam menghadirkan pendekatan pembangunan yang adaptif dan berbasis kebutuhan lokal masyarakat.






















































