jpnn.com, JAKARTA - Project Coordinator ENTREV Eko Adji Buwono menilai insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) menjadi angin segar bagi industri nikel.
“Ini sinyal penting pemerintah untuk mengarahkan hilirisasi nikel ke industri manufaktur bernilai tambah tinggi,” ujar Eko di Jakarta, Kamis (27/8).
Kebijakan pemerintah diharapkan mampu mendorong penjualan kendaraan listrik. Selain itu memperkuat pengembangan industri baterai berbasis nikel di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.
Menurut Eko, IBC [Anggota Holding Grup MIND ID] saat ini merupakan satu-satunya perusahaan milik pemerintah yang mendapat mandat membangun dan mengembangkan industri baterai berbasis nikel.
“Tentunya tanpa didukung kebijakan yang memberikan prioritas terhadap baterai berbasis nikel untuk digunakan di dalam negeri, akan sulit berkompetisi dengan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP)," ujar Eko.
Eko menilai keberpihakan kebijakan menjadi faktor penting agar investasi yang telah ditanamkan dalam pembangunan ekosistem baterai nasional dapat berkembang optimal.
Pasalnya, Indonesia saat ini tengah membangun rantai pasok baterai berbasis nikel mulai dari sektor pertambangan, pengolahan, hingga manufaktur sel baterai.
IBC melalui pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang saat ini memiliki kapasitas produksi tahap awal sebesar 6,9 GWh.






















































