jpnn.com, JAKARTA - Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menilai langkah pemerintah mengintervensi pasar obligasi, hanya akan menjadi solusi jangka pendek.
Nur Hidayat menilai langkah itu memang dapat menciptakan liquidity backstop dan membantu menenangkan pasar.
Namun, upaya intervensi pasar disebut hanya menyentuh gejala, bukan akar masalah untuk mengatasi tekanan pada rupiah.
"Investor setidaknya melihat negara tidak tinggal diam menghadapi tekanan rupiah," kata Nur Hidayat, dalam keterangan tertulis pada Jumat (15/5).
Nur Hidayat menjelaskan pelemahan rupiah mencerminkan tantangan struktural ekonomi Indonesia.
Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi dinilai masih tinggi dan industrialisasi belum cukup kuat.
Sementara itu, kebutuhan pembiayaan negara terus meningkat untuk subsidi, proyek strategis nasional, dan pembayaran utang.
"Ekonomi masih sensitif terhadap arus modal asing jangka pendek," tuturnya.






















































