jpnn.com, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono menekankan penerapan kode etik pasar keuangan menjadi faktor krusial di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tekanan geopolitik.
Menyusul hal tersebut, Bank Indonesia mendukung penerbitan Market Code of Conduct (MCoC) Edisi V untuk memperkuat integritas pasar keuangan.
Market Code of Conduct (MCoC) diposisikan sebagai panduan kode etik dan standar perilaku profesional yang fundamental.
Regulasi ini merupakan aturan yang wajib dipatuhi oleh seluruh pelaku pasar keuangan di Indonesia dalam setiap aktivitas transaksi yang mereka lakukan.
“Penerapan kode etik pasar oleh pelaku pasar menjadi faktor krusial dalam upaya menjaga kredibilitas pasar, efisiensi pembentukan harga, dan kepercayaan investor," kata Thomas dalam keterangan pers, Sabtu (25/4).
Indonesia tercatat menjadi negara pertama yang mengadopsi pembaruan ACI FMA Handbook 2026 ke dalam standar domestik, selain penerapan FX Global Code edisi 2024.
Sebagai acuan global bagi para pelaku pasar, ACI FMA Handbook 2026 membawa standar yang sangat komprehensif.
Dokumen ini memuat prinsip utama mengenai fungsi pasar, perilaku personal (personal conduct), serta kesiapan operasional yang menunjang profesionalisme.




















































