jpnn.com, JAKARTA - Lonjakan harga plastik akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah mengancam stabilitas biaya operasional industri logistik nasional.
Ancaman kenaikan beban distribusi ini kini menjadi salah satu kekhawatiran para pelaku usaha di tengah ketidakpastian situasi global.
Chief Operating Officer (COO) Sirclo sekaligus anggota Dewan Transformasi Digital Industri (Wantrii) Danang Cahyono mengaku kondisi
kenaikan harga plastik berpotensi berdampak langsung pada komponen biaya logistik.
"Iya, jadi memang yang kita khawatirkan ya biaya logistik itu menjadi naik gitu ya," kata Danang di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, baru-baru ini.
Meski bayang-bayang kenaikan biaya membayangi, Danang menjelaskan aktivitas pengiriman di lapangan sejauh ini masih berjalan normal tanpa hambatan.
Dia menyebut para pelaku industri masih memiliki cadangan stok dan strategi mitigasi operasional masing-masing.
Pemerintah dan pelaku usaha saat ini terus memantau dinamika yang terjadi untuk mencari solusi terbaik agar efisiensi tetap terjaga.




















































