jpnn.com, JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyatakan bahwa kepemimpinan Ketua Umum organisasi lahir melalui mekanisme kongres yang sah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Penegasan tersebut disampaikan menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di internal organisasi perempuan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Kowani menekankan bahwa sebagai organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia, pihaknya menjunjung tinggi nilai demokrasi organisasi serta menghormati seluruh proses yang telah dilalui secara kolektif dan konstitusional.
Legitimasi kepemimpinan yang dihasilkan melalui kongres, menurut Kowani, menjadi landasan utama yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan organisasi.
Di tengah dinamika tersebut, Kowani menyatakan tetap menjalankan berbagai program dan kegiatan secara aktif sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan perempuan Indonesia.
Kegiatan yang dilakukan meliputi program kemanusiaan, kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, partisipasi dalam forum internasional, hingga persiapan menuju peringatan 100 tahun organisasi.
Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto, menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam menghadapi perbedaan pandangan di dalam organisasi.
“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam organisasi sebesar Kowani, namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak,” ujar Nannie saat ditemui dalam kegiatan Fun Walk Gerakan Nasional Wanita Berkebaya 2026 di Jakarta.



















































