jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Rombongan spiritual peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 tiba di Yogyakarta pada Senin (25/5). Kedatangan para biksu yang menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan berjalan kaki itu disambut langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan.
Lima puluh tujuh biksu yang terdiri dari 43 orang asal Thailand, empat orang asal Malaysia, tiga orang asal Laos, serta tujuh peserta pendamping dari Indonesia telah melakukan perjalanan panjang sejak memulai langkah dari Bali pada 9 April lalu.
Ketua Panitia Pusat IWFP 2026 Tosin mengatakan bahwa para biksu yang dipimpin oleh Biksu Phanarin Anando (31) ini harus berjalan kaki sejauh 30-40 kilometer setiap hari.
Mereka menempuh perjalanan di bawah terik matahari Pulau Jawa yang suhunya mencapai 34-36 derajat Celsius.
Keteguhan para peserta sangat luar biasa. Meski didera cedera kaki yang cukup serius hingga membutuhkan jahitan, mereka tetap teguh melanjutkan perjalanan tanpa henti.
"Kalau saya amati di kakinya itu bisa ada tiga sampai lima jahitan, ini sangat luar biasa. Walaupun terluka dijahit, mereka tidak istirahat, besok tetap jalan melakukan perjuangan yang tanpa henti," ungkap Tosin.
Selain ketahanan fisik, para biksu juga menunjukkan kesederhanaan yang mendalam.
Mereka menolak fasilitas hotel mewah dan memilih untuk menyatu dengan warga atau beristirahat di fasilitas seadanya seperti wihara, gedung pertemuan, hingga lapangan terbuka.



















































