jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk memperbaiki sejumlah jalan rusak yang sempat ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes.
Perbaikan tersebut menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan pada 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Ahmad Rifai Sodik mengatakan ruas jalan yang diprotes warga di Kecamatan Ngunut dan Sumbergempol telah masuk daftar prioritas perbaikan.
"Kami sudah memiliki daftar ruas jalan prioritas, termasuk yang diprotes warga di wilayah Ngunut dan Sumbergempol," kata Rifai, Sabtu (21/2).
Dia menjelaskan perbaikan jalan tahun ini didanai dari APBD Tulungagung dengan total anggaran infrastruktur jalan mencapai sekitar Rp300 miliar.
Untuk wilayah Kecamatan Ngunut, dua ruas yang akan diperbaiki yakni Ngunut–Podorejo dengan anggaran Rp1,9 miliar dan Ngunut–Doroampel sebesar Rp1,6 miliar.
Perbaikan difokuskan pada titik-titik kerusakan terparah agar penanganan dapat dilakukan secara merata sesuai kemampuan anggaran.
Sementara itu, ruas jalan Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, masuk dalam paket pekerjaan Pulosari–Bukur dengan panjang sekitar empat kilometer dan nilai proyek sekitar Rp6 miliar.

















































