jabar.jpnn.com, CIANJUR - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede selama dua pekan, hingga 31 Agustus 2026.
Perpanjangan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pengunjung sekaligus memberikan waktu bagi petugas untuk menyelesaikan penanganan pascakebakaran di sejumlah titik kawasan Gunung Gede.
Kepala Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan penanganan dampak kebakaran masih berlangsung sehingga aktivitas pendakian belum dapat dibuka kembali.
Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
"Penutupan diperpanjang hingga dua pekan ke depan, tepatnya sampai tanggal 31 Agustus. Kemungkinan diperpanjang kembali atau tidak dilihat dari penanganan setelah kebakaran melanda sejumlah titik, terutama di Kawah Wadon Gunung Gede," ujar Agus Deni.
Menurut dia, perpanjangan penutupan tidak hanya ditujukan untuk melindungi pendaki, tetapi juga pengunjung wisata, masyarakat, serta para penggiat alam bebas yang beraktivitas di kawasan taman nasional.
Selain itu, penutupan jalur diperlukan agar proses pengendalian dan penanganan pascakebakaran dapat dilakukan secara lebih efektif oleh petugas gabungan.
Berdasarkan laporan petugas gabungan yang berada di lapangan, saat ini tidak terlihat kepulan asap maupun titik api di Kawah Wadon ataupun lokasi lain di kawasan Gunung Gede.



















































